Kalian pasti sering mikir tentang begitu banyaknya suku - suku di Indonesia. Mereka tersebar luas di seluruh penjuru kepulauan. Ada yang tinggal di hutan, pantai, bahkan ada yang sudah bercampur dengan kehidupan modern. Mereka hidup berpisah-pisah mengikuti tuntunan sang pemimpin suku. Tapi, ada juga lho suku-suku yang sudah "resmi" istilahnya menjadi bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia, diantara suku Sunda, Jawa, Betawi, Batak, dan lain sebagainya. Mereka sudah bukan lagi suku yang terkotak-kotak, tapi beberapa orang dari suku tersebut masih menggunakan cara-cara leluhur mereka dalam menjalani kehidupan sehari-hari.
Pastinya kalau kita teliti lebih dalam, suku-suku yang belum bersatu hanya membela sukunya sendiri saja. Akibatnya, tidak jarang pula terjadi peperangan antar suku yang memperebutkan... bisa makanan, orang, bahkan harga diri dari suku masing-masing. Bagusnya, muncullah rasa nasionalisme dari dalam diri mereka dalam mempertahankan suku masing-masing. Jeleknya? Keadaan akan terpecah dan suku - suku yang bermusuhan akan membuat daerah mereka menjadi tidak nyaman. Akhirnya, yaa lama kelamaan mereka menghilang juga deh (seperti kasus suku Moro) meninggalkan daerahnya.
Tadi sudah ditulis bahwa nasionalisme dalam diri suku tersebut muncul, tapi apa sih nasionalisme itu? Di Wikipedia ditulis: "Nasionalisme adalah satu paham yang menciptakan dan mempertahankan kedaulatan sebuah negara (dalam bahasa Inggris "nation") dengan mewujudkan satu konsep identitas bersama untuk sekelompok manusia."
Gampangnya, nasionalisme itu adalah rasa persatuan sekelompok manusia dalam membentuk kehidupan kelompoknya. Masih pusing? Begini, manusia itu memiliki sikap alami (atau watak kata kamus Indonesia) yang namanya egoisme. Egoisme itu muncul dari rasa ingin memiliki tiap individu. Egoisme membuat manusia mengurus kehidupannya sendiri-sendiri. Tapi, dimana-mana dikatakan kalau manusia itu enggak bisa hidup sendiri kan? Mereka itu butuh dukungan dan bantuan dari manusia lain. Maka dari itu, dari jaman Stonehenge dahulu manusia sudah membentuk kelompok untuk mengatur kehidupan secara bersama-sama. Mereka memusnahkan (sedikit, gak semua) apa yang namanya egoisme dan membangun rasa persatuan yang namanya nasionalisme.
Kembali ke topik suku di Indonesia. Berhubung Indonesia itu sudah menjadi negara kesatuan sejak merdeka, berarti semua daerah Indonesia menjadi satu kan? Itu berarti suku-suku yang ada di daerah bernama Indonesia juga harus bersatu satu sama lain. Tapi, di tahun 2009 ini masih juga ditemukan suku terasing di wilayah timur sana. Walau mereka punya rasa nasionalisme masing-masing terhadap sukunya, tapi percuma kalau mereka tidak punya rasa nasionalisme terhadap Indonesia. Perang suku pasti bakal terjadi juga di mana-mana.
Inget gak, lagu project pop dulu yang judulnya "Dangdut is the Music of My Country"? Yup, project pop ada benarnya juga. Musik bisa menyatukan bangsa ini dengan memperdengarkan ataupun menyanyikan lagu dangdut yang memang asli banget dari Indonesia. Tapi dalam kasus Indonesia jaman dulu, yang menyulut api nasionalisme suku-suku di Indonesia bukanlah dangdut, melainkan bangsa penjajah! Kekejaman para penjajah memang membuat bangsa bersatu dan melawan, tapi, tahukah kamu kalau beberapa dari mereka dulunya adalah suku-suku yang saling bermusuhan?
Indonesia gak akan bisa berdiri kalau gak ada rakyat, dan rakyatnya dulu adalah ratusan suku yang terkotak-kotak kehidupannya. Mereka menganggap suku lain adalah orang asing. Namun kini, semua suku harus bersatu! Udah basi tuh yang namanya SARA (nah lho, apaan coba?), semua orang itu derajatnya sama. Dengan menumbuhkan rasa nasionalisme, Indonesia akan menjadi negara yang kuat dan kokoh karena rasa memiliki dari rakyatnya.
kata pa mustari: "kalo nggak percaya suku2x di indonesia itu banyak, itung aja sndiri (kiceup-kiceup)..."
AYO..!!!
SATUKAN INDONESIA KITA..!!
Referensi:
- id.wikipedia.org
- tymask.files.wordpress.com
- winbathin.blogspot.com
0 komentar:
Posting Komentar